Ziarah Candi Ganjuran

Ziarah Candi Ganjuran

Jogja selain banyak wisata jug memiliki tempat ziarah bagi umat Katholik yaitu Candi Ganjuran berada di dalam kompleks Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, jika kita menggunakan jasa sewa hiace di jogja  berjarak  17 km dari Yogyakarta ya lumayan jauh, ke arah selatan. Lokasi ini mempunyai aksesibilitas yang baik, dalam arti mudah dicapai oleh kendaraan umum maupun pribadi. Lokasinya yang berada diantara 2 jalur wisata utama yaitu Pantai Samas dan Parangtritis membuat tempat peziarahan ini menjadi strategis untuk dikunjungi para peziarah dan wisatawan.

Bangunan Gereja dan Candi Ganjuran yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya bermula dari kedatangan dua bersaudara Yosef dan Julius Smutscher pada tahun 1912 ke Ganjuran, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul,
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Keluarga Smutscher adalah pemilik pabrik gula Ganjuran-Gondanglipuro, satu-satunya pabrik gula di Indonesia yang bukan milik Sindikat Hindia Belanda (Nederlandsch Indische Suiker Syndikaat).

Kentalnya nuansa Jawa semakin terasa ketika pengurus candi Ganjuran mengadopsi budaya Keraton, yaitu grebeg. Setahun sekali, di candi ini pun diadakan upacara grebeg agung. Acara tersebut dimulai dengan perayaan Ekaristi syukur, prosesi Sakramen Mahakudus, dan pembagian hasil bumi yang telah diwujudkan dalam bentuk gunungan. Acara tersebut menarik banyak umat untuk datang, terutama disebabkan konsep adat yang sudah mengakar. Ngalap berkah menjadi kata kunci untuk memahami
mengapa tradisi ini cukup berkembang dan diminati oleh banyak umat. Biasanya, umat   yang datang tidak hanya dari sekitar Yogyakarta saja, tapi dari berbagai kota di luar
Yogyakarta juga datang dan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Berbagai fasilitas pendukung yang secara tidak langsung terkait seperti warung makan dan toko-toko, terutama toko souvenir, tersedia selama 24 jam non stop